Selasa, 28 Desember 2010

real story

Mau sedikit share cerita, ga tau sebenernya mau nulisnya gimana. Tapi dicoba deh semoga bisa ngasi pesan yang cukup mendalam. hanya sebuah kisah pendek, itupun saya dengar dari obrolan orangtua saya. tak tahu pasti ada apa sebenarnya. yang jelas cuma denger betapa mirisnya hidup dua orang anak kakak beradik. sedih sebenarnya menceritakan ini. kisah tentang dua orang anak kakak beradik yang sering kali ditelantarkan ibunya. saya tak tahu pasti apa pekerjaan ibunya dan juga tak ingin menduga-duga. hanya saja ibunya berangkat bekerja ketika malam justru sudah larut. entahlah. sangat tersentuh ketika mendengar cerita bagaimana sang kakak begitu melindungi dan menyayangi adiknya. si kakak laki" selalu mengajak adiknya bermain, menenangkan adiknya dan sangat tegar dibalik tubuh kecilnya. ketegaran luar biasa dari sang kakak. ketika siang hari, lapar mulai dirasakan dengan uang seadanya si kakak membeli sebungkus roti, lalu di bagi dua roti itu dan di berikan setengahnya pada adiknya. selalu bisa menenangkan adiknya disaat adiknya menangis. sabar sungguh sangat sabar si kakak. lalu ketika hari mulai malam, ibunya harus segera berangkat namun kedua anaknya belum juga tidur lalu ibunya pun berkata bahwa ia akan pergi membeli nasi goreng. kedua anak itu pun  tersenyum gembira. lalu 1 jam menunggu, 2 jam, 3 jam hingga jam menunjukkan pukul 02.00 dini hari, ibu mereka tak kunjung kembali. akhirnya, si kakak mengajak adiknya berjalan ke ujung gang menunggu ibunya. tak peduli gelap, tak peduli malam kian larut, tak peduli takut keduanya duduk menunggu ibunya di pinggir jalan di ujung gang. hingga malam makin larut dan tak juga ibunya pulang. si adik berkata bahwa ia sudah sangat lapar dan si kakak hanya dapat berkata "sabar, sebentar lagi ibu pulang"
seorang bapak melihat kedua anak ini lalu akhirnya mengantarkan kedua anak ini pulang. mereka pulang tanpa ibu mereka, juga tanpa nasi goreng yang mereka sudah inginkan. lalu akhirnya tidurlah mereka berdua.
dan sebenarnya pada suatu malam warga sudah menunggu sang ibu pulang hingga pagi hari, dan berencana mengusir keluarga ini dari kampung. miris, bukan karena mereka diusir. tapi bagaimana kemudian kedua anak ini, sedangkan di sini mereka cukup di perhatikan warga karna kasihan, hingga ada seorang bapak yang kerap kali mengajak mereka menginap dirumahnya, sering kali memberi makan, memberikan tempat untuk sekedar beristirahat sambil nonton TV.
tak tahu lagi bagaimana keadaan mereka. semoga Tuhan melindungi dan merahmati mereka. bahagiakan mereka Tuhan. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar